Oleh-oleh Khas Kulon Progo Dipelajari oleh Difabel.

Penyandang Difabel Sangat Perhatian Membuat Bakpia Sebagai Oleh-oleh Khas Kulon Progo

Oleh-oleh khas daerah Kulon Progo, ternyata mendapat perhatian dari berbagai pihak untuk dikembangkan baik untuk sebuah instansi, perusahaan pribadi bahkan untuk personal untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya, sehingga adanya program pelatihan pembuatan oleh oleh khas sangat perlu dilaksanakan.

 

Oleh-oleh Khas Kulon Progo oleh difabel

 

Tidak ketinggalan pula bagi para penyandang difabel, dimana ternyata mereka sangat menaruh perhatian yang besar sekali terhadap program pelatihan makanan khas daerah Kulon Progo.

Atas dasar hal tersebut, maka rumah produksi oleh-oleh khas daerah Kulon Progo Rahmat Bakpia, memberikan kesempatan kepada pihak manapun yang benar-benar ingin belajar membuat makanan khas daerah, khususnya bakpia dan wingko untuk belajar membuat makanan khas atau oleh-oleh khas tersebut.

Terlebih kepada penyandang difabel, karena hasil pelatihan tersebut diharapkan dapat berjalan berkelanjutan ke depannya sehingga mampu memenuhi kebutuhannya tanpa bergantung seluruhnya kepada orang lain.

Seperti yang diberitakan dalam Koran Kedaulatan Rakyat tanggal 14 Juli 2017, bahwa Para difabel Kulon progo mengikuti pelatihan pembuatan bakpia di rumah produksi bakpia di Terbah Pengasih pada hari Kamis, 13 Juli 2017.

Mereka merasa optimis bahwa pelatihan tersebut bisa menjadi bekal dalam usahanya.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu difabel yang menderita cacat kaki, Siti Lestari warga Ngestiharjo Wates ingin membuka usaha pembuatan bakpia untuk memenuhi kebutuhannya. Lebih lanjut diterangkan olehnya bahwa pembuatan bakpia bisa dikerjakan di rumah dan karena kondisinya yang tidak memungkinkan untuk bekerja di luar rumah.

Semangat para difabel dalam berwirausaha disambut baik oleh pemilik rumah produksi bakpia sekaligus owner situs Rahmat Bakpia, Rahmat Sugianto mempersilahkan kepada para difabel dalam pelatihan tersebut yang harapannya juga bisa membuka usaha pembuatan bakpia, dan juga mempersilahkan dan membuka pintu bagi masyarakat yang ingin belajar, hanya yang perlu ditekankan bahwa untuk menjadi pengusaha harus berbekal keuletan dan pantang menyerah.

Apakah pelatihan itu tidak akan menjadi kompetitor produk oleh-oleh khas Kulon Progo?

Apakah hal tersebut tidak akan menjadi kompetitor atau pesaingnya kelak kalau sudah bisa membuka usaha sendiri?. Menurut Rahmat, tidak juga, karena rezeki sudah ada yang mengaturnya, tinggal bagaimana cara seseorang itu dalam menjemput rezeki tersebut.

Seandainya tanpa ada niat untuk berbagi dan memberi kesempatan serta kemanfaatan bagi masyarakat, niscaya pelatihan tersebut tidak akan terlaksana. Hal inilah yang mendapat apresiasi dari berbagai pihak sehubungan dengan dilakukannya pelatihan di rumah produksi oleh-oleh khas Kulon Progo tersebut.

Jadi anda ingin atau sedang mencari tempat produksi oleh-oleh khas Kulon Progo, jajanan, makanan khas daerah, silahkan kunjungi rumah produksi kami di Terbah Pengasih Kulon Progo.

Atau kelompok-kelompok pemberdayaan masyarakat, murid-murid sekolah dasar (SD) yang ingin mempelajari cara membuat bakpia dan wingko, bisa menghubungi kami, bahkan bagi anda atau perusahaan anda ingin menjalin kerjasama sebagai relasi bisnis dengan kami, kami akan menerima dengan tangan terbuka.

Hubungi saja kami di :

Terbah Pengasih RT 026 RW 010, Kulon Progo (Barat Kolam Renang UNY Wates)
SMS/Call : 085100474421 dan 08157989746
Whatsapp : 08157989746